Halaman

Jumat, 21 Oktober 2011

Love and Friendship


Love and friendship…….dua hal yang paling ajaib didunia, bagaimana tidak karena kedua hal tersebut bisa membuat hidup seseorang berubah, bagi sebagian orang membawa kebahagiaan sebagian lagi membawa derita dan sebagian lainnya menjadikan hal tersebut menjadi sebuah dilemma yang berkepanjangan…..well setidaknya begitulah yang kualami dan sebagian orang yang pernah bercerita kepadaku mengenai dua hal ajaib tersebut.
Bagiku secara pribadi awalnya hanya mengenal teman sebagai teman sebangku dan tak lebih, bisa diakui aku memang dahulu tipikel orang yang hidup individual, bukan sebuah pilihan hanya saja tak banyak yang menyukai pribadiku pada kala itu yang lebih pendiam dan tertutup kepada siapapun…….berjalan waktu aku mengenal cinta, cinta yang untuk pertama kalinya dan baru kusadari baru-baru ini merupakan cintaku yang pahit dan sekaligus indah. Aku mengenal seseorang pada waktu itu aku masih duduk di bangku SMA, kita jadian dan pacaran namun setelah 2,5 tahun kemudian kita putus karena perselingkuhan, klise memang tapi mengajarkan aku dua hal Love & Friendship……Cinta karena untuk pertama kalinya ada yang begitu peduli dan mau mendengarkanku, menunjukan kasih sayangnya dan tak takut hanya sekedar mengenalku dengan sifat tertutupku, ak hargai semua caranya yang membuat aku untuk bisa lebih terbuka aku masih bisa bilang walau dia telah menyakitiku lebih dalam aku bisa bilang dahulu aku sangat mencintainya……Friendship, dia mengajarkan padaku sesuatu yang tidak pernah aku lupakan meski dia telah menyakitiku begitu dalam, dia mengajarkanku untuk bersahabat, mengajarkanku bahwa ada dunia yang bisa dibagi dengan orang lain, dia mengenalkanku pada beberapa orang sahabat yang mempunyai loyalitas yang lumayan tinggi akan persahabatan meski mereka punya  cara tersendiri untuk menunjukannya kata mereka sih  men’s way, well aku percaya saja. Hal tersebut membuat aku tak pernah bisa melupakan “mantan terindahku” itu, begitulah persahabatan dan cinta begitu melekat pada diriku.
Hal lainnya menjadi semakin complicated saat aku jatuh cinta pada sahabatku sendiri, yang merupakan sahabat dari mantanku juga, memang diluar sepengetahuannya aku lebih intens berhubungan dengan abangku ini ( begitulah awal hubngan yang kami ciptakan Abang-Ade), tak jarang aku sering bercurhat ria dengannya karena pribadinya yang bijaksana membuat rasa nyaman timbul…..begitulah sampai kata sayang terucap begitu saja, dan lagi lagi kami terbentrok masalah persahabatan bagaimana dengan yang lain? Terus apa mantan kamu bisa terima? Dll yups…..jadi lebih rumit kala hubungan kami terbentur sahabat, tapi jadi lebih rumit ketika semua sahabatku yang lain sudah setuju bahkan mantanku pun menerimanya dengan baik tetapi timbul pertanyaan besar diantara kami berdua apa ini yang kita inginkan? Apakah rasa sayang itu juga berarti cinta atau hanya sebatas abang dan ade saja? dan hal tersebut membuat hubungan kami terkatung-katung sampai sekarang.
Dan hari ini seorang sahabat bercerita tentang cintanya kepada seorang pria dan persahabatan dengan seorang wanita yang mencintai pria yang sama…….begini ceritanya, dia kenal seorang wanita yang memang dari awal sudah bercerita tentang seorang pria yang sudah dicintainya sampai mati (lebih tepatnya mungkin cinta buta), namun tetapi dan kemudian pria tersebut menyatakan perasaannya pada sahabatku itu, cerita mulai rumit ketika cewe itu merasa ditusuk dari belakang. Disatu sisi menurutku cewe itu merasa ditusuk dari belakang tidaklah salah karena memang sudah dari awalkan dia cerita betapa kepada sahabatku bahwa dia itu mencintai pria tersebut, tapi dilain sisi cinta telah berbicara sekaligus memilih apa hal itu salah? Menurutku tidak, karena dari awal perbedaan agama sudah menjadi pokok dari hubungan cewe itu dan pria yang disukainya, apa sahabatku salah karena juga mencintai pria itu? tetapi dia lebih memilih untuk mengorbankan cinta dan mempertahankan persahabatan yang menurutku tidak rasional, bagaimana tidak sahabat harusnya yang kutahu tidak bersikap egois seperti itu, tapi pilihan sahabatku baik walau harus menyiksa batinnya.
Satu lagi seorang sahabat yang bercerita tentang kisah cintanya pada seorang pria yang ia kenal di sebuah chat didunia online dan hal tersebut hampir saja merusak persahabatan kami…….begini ceritanya, ia mengenal seseorang di chatting hingga berlanjut pada hubungan yang lebih intens dengan sms juga telepon dari sanalah mereka jauh lebih mengenal satu sama lain, ia slalu bercerita tentang pria itu yang menggambarkan seperti apa playboy juga gombalnya perlente itu sampai akhirnya suatu saat dia memutuskan untuk jadian tanpa belum pernah bertemu sekalipun bahkan dengan sifat yang tidak baik dari si pria itu…..aku geram, mendadak aku tak rela sahabatku dapat seorang pria seperti itu, sahabatku yang baik mendapat pria yang tak baik, ironis hingga kami sempat tutup mulut tak bicara apapun sekitar dua minggu karena  sebagai tanda marahku pada sikapnya yang memutuskan hal bodoh (lagi-lagi menurutku) begitu aku tanya mengapa ia menyukai pria itu dan sahabatku berkata karena hanya karena sebuah rasa  nyaman bahkan sangat jauh kelas pria itu dengan sahabatku yang baik, sampai sekarang kami memutuskan untuk tetap bersahabat tanpa mencampuri masalah pribadi yang menyangkut cowo, meski terkadang aku bersikap jutek saat mereka saling menelpon atau saling ber-sms-an, tapi akau memilih untuk diam demi persahabatan kami.
Begitulah mengapa Love & Friendship begitu melekat pada setiap hidup seseorang tapi satu hal yang aku petik dari semua kisah yang terjadi, sahabat adalah segalanya bahkan cinta datang dari sebuah persahabatan, terdengar tak rasional yaaa karena memang tidak rasional begitulah mengapa dua hal tersebut dikatakan ajaib….